Langsung ke konten utama

Postingan

59. Orang Islam Hibah Tanah Pada Non Muslim

Deskripsi Masalah : Baru2 Ini Sedang viral dalam berita media social, ada seorang kakek muslim yang menghibahkan tanahnya untuk Gereja. Seperti yang diberitakan melalui inewsulut.id, Pada hari jumat tanggal 03 Desember 2021. Pertanyaan : Bagaimana hukum seorang muslim menghibahkan tanahnya untuk gereja? Jawaban : Pada Dasarnya Orang Muslim Hibah Pada Orang Kafir adalah Boleh, selama Tidak Ada Unsur Membantu Pada Kemaksiatan, Semisal Hibah Tanah Untuk Dibangunkan Gereja Seperti Pada Pertanyaan Diatas, Maka Hukumnya Haram. Ibarat : فتح الوهاب هامش البجيرمى الجزء الثانى ص 176-177 ( وبيع نحو رطب ) كعنب ( لمتخذه مسكرا ) بأن يعلم منه ذلك أو يظنه فإن شك فيه أو توهمه منه فالبيع له مكروه وإنما حرم أو كره ؛ لأنه سبب لمعصية محققة أو مظنونة أو لمعصية مشكوك فيها أو متوهمة وتعبيري بما ذكر أعم وأولى من قوله وبيع الرطب والعنب لعاصر الخمر . فتح المعين - (ج 3 / ص 23) ( و ) حرم أيضا ( بيع نحو عنب ممن ) علم أو ( ظن أنه يتخذه مسكرا ) للشرب والأمرد ممن عرف بالفجور به والديك للمهارشة والك...

58. Khotib Tidak Baca Ayat.

  Sail : Khoirul Anam Tempeh Lumajang. Pertanyaan : A. Bagiamana hukum membaca ayat qur'an dlm khutbah jum'at ditengah2 mau'idhoh? Gambaran soal : Khotib setelah Membaca hamdalah, wasiyat, sholawat langsung pidato ditengah2 pidato baru baca ayat qur'an. JAWABAN. Membaca ayat Al Qur an (yang sekira dapat dipahami) dalam mazdhab Syafiiyah) menurut qaul yang shohih  adalah bagian rukun khutbah.  Mengenai pembacaan dilakukan di sela-sela mauidhoh juga tidak masalah dan dianggap mencukupi. Ibarot : القليوبي، حاشيتا قليوبي وعميرة، ٣٢١/١ وَلَوْ أَتَى بِآيَاتٍ تَتَضَمَّنُ جَمِيعَ الْأَرْكَانِ لَمْ يُعْتَدَّ بِهَا لِأَنَّهَا لَا تُسَمَّى خُطْبَةً عُرْفًا أَوْ بِآيَةٍ تَتَضَمَّنُ رُكْنًا مِنْهَا اُعْتُدَّ بِهِ إنْ قَصَدَ بِهَا ذَلِكَ الرُّكْنَ فَقَطْ، فَلَوْ قَصَدَ بِهَا رُكْنَيْنِ لَمْ تَكْفِ عَنْ وَاحِدٍ مِنْهُمَا إنْ كَانَ غَيْرَ الْآيَةِ كَالصَّلَاةِ وَالْوَصِيَّةِ فَإِنْ كَانَ أَحَدُهُمَا هُوَ الْآيَةُ وَقَصَدَهُمَا فَفِي شَرْحِ شَيْخِنَا كَابْنِ حَجَرٍ أ...

57. Wanita Istihadah Menjamak Sholat

Pertanyaan : Bolehkah Orang Istihadoh Menjamak Sholat Dalam Keadaan Safar?  Jawaban : Boleh, Kecuali jamak taqdim bagi mustahadloh mutahayyiroh *الشرقاوي ج:١ : ٢٥٦الهداية* ثانيهما جواز الجمع لغير متحيرة (قوله لغير متحيرة ) أما هي فلا تجمع تقديما لفقد بعض شروطه وهو صحة الأولى يقينا أو ظنا وهو منتف هنا لاحتمال وقوعها في الحيض  ولها الجمع تأخيرا لعدم اشتراط ذلك. *المجموع للنووي* (اﻟﺴَّﺎﺩِﺳَﺔُ) ﻟَﻮْ ﺃَﺭَاﺩَﺕْ اﻟْﻤُﺘَﺤَﻴِّﺮَﺓُ اﻟﺠﻤﻊ ﺑَﻴْﻦَ اﻟﺼَّﻼَﺗَﻴْﻦِ ﻓِﻲ اﻟﺴَّﻔَﺮِ ﻓِﻲ ﻭَﻗْﺖِ اﻷُْﻭﻟَﻰ ﻟَﻢْ ﻳَﺼِﺢَّ ﻷَِﻥَّ ﺷَﺮْﻃَﻪُ ﺃَﻥْ ﺗَﺘَﻘَﺪَّﻡَ اﻷُْﻭﻟَﻰ ﻭَﻫِﻲَ ﺻَﺤِﻴﺤَﺔٌ ﻳَﻘِﻴﻨًﺎ ﺃَﻭْ ﺑِﻨَﺎءً ﻋَﻠَﻰ ﺃَﺻْﻞٍ ﻭَﻟَﻢْ ﻳُﻮﺟَﺪْ ﻫُﻨَﺎ ﻭَﻟَﻴْﺲَ ﻛَﻤَﻦْ ﺷَﻚَّ ﻫَﻞْ ﺃَﺣْﺪَﺙَ ﺃَﻡْ ﻻَ ﻓَﺼَﻠَّﻰ اﻟﻈُّﻬْﺮَ ﻓَﺈِﻥَّ ﻟَﻪُ ﺃَﻥْ ﻳُﺼَﻠِّﻲَ ﺑَﻌْﺪَﻫَﺎ اﻟْﻌَﺼْﺮَ ﺟَﻤْﻌًﺎ ﻷَِﻧَّﻪُ ﻳَﺒْﻨِﻲ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﺻْﻞِ اﻟﻄَّﻬَﺎﺭَﺓِ اﻟﺴَّﺎﺑِﻘَﺔِ  Karena Hukumnya Boleh,  Lalu Bagaimana Cara Wanita Yang Istihadah Untuk Melakukan Sholat Jamak,  Apakah Cukup Dengan 1 Kali Wudlu Atau 2 Kali ?  Jawab : Dalam Madzhab Syafi'i Dihar...

56. Sholat menggunakan media kursi

  Soal : Bagaimana hukum sujudnya orang sholat di kursi dimana tempat sujudnya memakai alat bantu ? Jawaban : Ada Perincian Sebagai Berikut : 1. Bila musholli mampu   turun ke lantai untuk sujud   secara Sempurna maka sujudnya musholi pake alat bantu tsb tidak sah. Dan sholatnyapun tidak sah. 2. Bila musholli tidak mampu turun ke lantai, Namun dia mampu membentuk posisi Sujud ( تنکيس ) menggunakan media alat bantu semisal bantal, atau kursi maka wajib baginya sujud menggunakan media tersebut, Tidak Cukup sekedar membungkukkan badan dg tanpa adanya Sandaran untuk sujud 3. Bila Musholli Tidak Mampu membentuk posisi Sujud ( تنکيس ) sekalipun Menggunakan Media Alat Bantu, Maka Dia hanya berkewajiban membungkukkan badan semampunya, yakni : a. diharuskan Mbungkruk melebihi dari bungkruknya ruku' (Jika Mampu). b. Apabila tidak mampu maka dia Boleh membungkuk Sejajar dengan Bungkuk ketika Ruku'. Catatan : 1.Tankis adalah posisi kepala lebih rendah daripada pan...

53. Zakat Padi Tebasan

  Deskripsi Masalah : Pak Umar Punya sawah setiap panen mendapat hasil 1.5 Ton. Dan tradisi yang berlaku di masyakarat, sawah tersebut digarapkan ke orang lain (Zaid) dengan sistem bagi hasil 5:1, dan ketika waktu panen, padi tersebut oleh Zaid langsung ditebaskan ke orang lain(Bakar), sehingga Ketika Panen Pak Zaid dan Pak Umar terima bersih berupa uang. Dan untuk catatan hasil panen berapa ton atau kwintalnya dilaporkan secara detail oleh pihak kedua (Zaid) kepada pihak pertama (Umar) sesuai hasil taksiran dari pihak ketiga (Bakar). Hal ini sudah menjadi tradisi di daearh jember khususnya daerah kencong dan jombang. Untuk menghitung kadar zakatnya, biasanya Umar mengkalkulasi dari jumlah yang didapat atas laporan Zaid, kemudian oleh umar dikeluarkan zakatnya, ada yang mengeluarkan berupa uang adapula yang merupakannya kedalam bentuk beras. Sa'il : M. Dasuki, Kencong Jember Pertanyaan : 1. Benarkah Praktek hitung zakat tersebut ? 2.  Jika tidak benar, Bagaimana cara yan...

55. Sholat Ditangga Masjid

  Bagaimana hukum sholat dengan model sebagaimana dalam Gambar Tersebut ? Sail : Mbah Rouf ponorogo Jawaban : Sholatnya Tidak Sah, karena tidak memenuhi Syarat Sujud yaitu Badan Bagian Atas (Kepala dan Pundak)   harus lebih rendah daripada Bagian Bawah (Pantat dan sekitarnya). sedangkan dalam soal Bagian Atas Lebih Tinggi Dari Pada Bagian Bawah. Ibarat : حاشية البيجوري على شرح ابن القاسم على متن أبي شجاع ج 1 (1/ 473) ويجب أن يرفع أسافله - وهي عجيزته وما حولها- على أعاليه - وهي رأسه ومنكباه-, فلو صلّى في سفينة مثلًا ولم يتمكّن من ذلك لميلانها صلّى على حسب حاله ولزمه الإعادة؛ لأنه عذر نادر بخلاف ما لو كان به علة لا يمكن معها السجود إلا كذلك فإنه لا إعادة عليه.   شرح المقدمة الحضرمية المسمى بشرى الكريم بشرح مسائل التعليم (ص: 209) (و) شرطه أيضاً (ارتفاع أسافله) أي: عجزه وحولها (على أعاليه) وهي رأسه ومنكاباه يقينا؛ لما صح عن البراء أنه قال: (هكذا رأيته صلى الله عليه وسلم يفعله)، فلو ارتفع أعاليه .. لم يصح جزماً، أو استويا فكذا على الأصح، فلو لم يتمكن من ارتفاع أع...

54. Memberi Izin Pekerja non Muslim untuk Melakukan Ibadah

Deskripsi Masalah : Ada orang muslim bekerja di perusahaan bonafit, kemudian orang tersebut di jadikan pimpinan dan ditugaskan di perusahaan yg sama tapi lain wilayah yg mayoritas karyawannya non muslim,  kemudian setelah dipindah dan mulai kerja, ada karyawan non muslim tadi minta ijin meninggalkan pekerjaan dengan alasan acara ritual agama non muslim dan harus di tanda tangani oleh pimpinan yg muslim tersebut. Pertanyaan: Bagaimana itu hukumnya menandatangi surat ijin tersebut tadz..? Sail : Ust. Anas Lumajang Jawaban : Setiap muslim memiliki kewajiban menjaga dan mempertahankan (hati) keimananya kapan dan di manapun, tidak mengenal ruang dan waktu. Hingga urusan pekerjaan, kebijakan pun tidak boleh memberikan sedikit pun ruang maupun sedetik pun waktu untuk  memberi dukungan materi maupun moral akan terealisasinya sebuah kegiatan disekutukannya Allah (kemusyrikan). Seperti halnya apabila ada seseorang Non muslim  akan menyatakan masuk islam kemudian d...