Langsung ke konten utama

Postingan

57. Wanita Istihadah Menjamak Sholat

Pertanyaan : Bolehkah Orang Istihadoh Menjamak Sholat Dalam Keadaan Safar?  Jawaban : Boleh, Kecuali jamak taqdim bagi mustahadloh mutahayyiroh *الشرقاوي ج:١ : ٢٥٦الهداية* ثانيهما جواز الجمع لغير متحيرة (قوله لغير متحيرة ) أما هي فلا تجمع تقديما لفقد بعض شروطه وهو صحة الأولى يقينا أو ظنا وهو منتف هنا لاحتمال وقوعها في الحيض  ولها الجمع تأخيرا لعدم اشتراط ذلك. *المجموع للنووي* (اﻟﺴَّﺎﺩِﺳَﺔُ) ﻟَﻮْ ﺃَﺭَاﺩَﺕْ اﻟْﻤُﺘَﺤَﻴِّﺮَﺓُ اﻟﺠﻤﻊ ﺑَﻴْﻦَ اﻟﺼَّﻼَﺗَﻴْﻦِ ﻓِﻲ اﻟﺴَّﻔَﺮِ ﻓِﻲ ﻭَﻗْﺖِ اﻷُْﻭﻟَﻰ ﻟَﻢْ ﻳَﺼِﺢَّ ﻷَِﻥَّ ﺷَﺮْﻃَﻪُ ﺃَﻥْ ﺗَﺘَﻘَﺪَّﻡَ اﻷُْﻭﻟَﻰ ﻭَﻫِﻲَ ﺻَﺤِﻴﺤَﺔٌ ﻳَﻘِﻴﻨًﺎ ﺃَﻭْ ﺑِﻨَﺎءً ﻋَﻠَﻰ ﺃَﺻْﻞٍ ﻭَﻟَﻢْ ﻳُﻮﺟَﺪْ ﻫُﻨَﺎ ﻭَﻟَﻴْﺲَ ﻛَﻤَﻦْ ﺷَﻚَّ ﻫَﻞْ ﺃَﺣْﺪَﺙَ ﺃَﻡْ ﻻَ ﻓَﺼَﻠَّﻰ اﻟﻈُّﻬْﺮَ ﻓَﺈِﻥَّ ﻟَﻪُ ﺃَﻥْ ﻳُﺼَﻠِّﻲَ ﺑَﻌْﺪَﻫَﺎ اﻟْﻌَﺼْﺮَ ﺟَﻤْﻌًﺎ ﻷَِﻧَّﻪُ ﻳَﺒْﻨِﻲ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﺻْﻞِ اﻟﻄَّﻬَﺎﺭَﺓِ اﻟﺴَّﺎﺑِﻘَﺔِ  Karena Hukumnya Boleh,  Lalu Bagaimana Cara Wanita Yang Istihadah Untuk Melakukan Sholat Jamak,  Apakah Cukup Dengan 1 Kali Wudlu Atau 2 Kali ?  Jawab : Dalam Madzhab Syafi'i Dihar...

56. Sholat menggunakan media kursi

  Soal : Bagaimana hukum sujudnya orang sholat di kursi dimana tempat sujudnya memakai alat bantu ? Jawaban : Ada Perincian Sebagai Berikut : 1. Bila musholli mampu   turun ke lantai untuk sujud   secara Sempurna maka sujudnya musholi pake alat bantu tsb tidak sah. Dan sholatnyapun tidak sah. 2. Bila musholli tidak mampu turun ke lantai, Namun dia mampu membentuk posisi Sujud ( تنکيس ) menggunakan media alat bantu semisal bantal, atau kursi maka wajib baginya sujud menggunakan media tersebut, Tidak Cukup sekedar membungkukkan badan dg tanpa adanya Sandaran untuk sujud 3. Bila Musholli Tidak Mampu membentuk posisi Sujud ( تنکيس ) sekalipun Menggunakan Media Alat Bantu, Maka Dia hanya berkewajiban membungkukkan badan semampunya, yakni : a. diharuskan Mbungkruk melebihi dari bungkruknya ruku' (Jika Mampu). b. Apabila tidak mampu maka dia Boleh membungkuk Sejajar dengan Bungkuk ketika Ruku'. Catatan : 1.Tankis adalah posisi kepala lebih rendah daripada pan...

53. Zakat Padi Tebasan

  Deskripsi Masalah : Pak Umar Punya sawah setiap panen mendapat hasil 1.5 Ton. Dan tradisi yang berlaku di masyakarat, sawah tersebut digarapkan ke orang lain (Zaid) dengan sistem bagi hasil 5:1, dan ketika waktu panen, padi tersebut oleh Zaid langsung ditebaskan ke orang lain(Bakar), sehingga Ketika Panen Pak Zaid dan Pak Umar terima bersih berupa uang. Dan untuk catatan hasil panen berapa ton atau kwintalnya dilaporkan secara detail oleh pihak kedua (Zaid) kepada pihak pertama (Umar) sesuai hasil taksiran dari pihak ketiga (Bakar). Hal ini sudah menjadi tradisi di daearh jember khususnya daerah kencong dan jombang. Untuk menghitung kadar zakatnya, biasanya Umar mengkalkulasi dari jumlah yang didapat atas laporan Zaid, kemudian oleh umar dikeluarkan zakatnya, ada yang mengeluarkan berupa uang adapula yang merupakannya kedalam bentuk beras. Sa'il : M. Dasuki, Kencong Jember Pertanyaan : 1. Benarkah Praktek hitung zakat tersebut ? 2.  Jika tidak benar, Bagaimana cara yan...

55. Sholat Ditangga Masjid

  Bagaimana hukum sholat dengan model sebagaimana dalam Gambar Tersebut ? Sail : Mbah Rouf ponorogo Jawaban : Sholatnya Tidak Sah, karena tidak memenuhi Syarat Sujud yaitu Badan Bagian Atas (Kepala dan Pundak)   harus lebih rendah daripada Bagian Bawah (Pantat dan sekitarnya). sedangkan dalam soal Bagian Atas Lebih Tinggi Dari Pada Bagian Bawah. Ibarat : حاشية البيجوري على شرح ابن القاسم على متن أبي شجاع ج 1 (1/ 473) ويجب أن يرفع أسافله - وهي عجيزته وما حولها- على أعاليه - وهي رأسه ومنكباه-, فلو صلّى في سفينة مثلًا ولم يتمكّن من ذلك لميلانها صلّى على حسب حاله ولزمه الإعادة؛ لأنه عذر نادر بخلاف ما لو كان به علة لا يمكن معها السجود إلا كذلك فإنه لا إعادة عليه.   شرح المقدمة الحضرمية المسمى بشرى الكريم بشرح مسائل التعليم (ص: 209) (و) شرطه أيضاً (ارتفاع أسافله) أي: عجزه وحولها (على أعاليه) وهي رأسه ومنكاباه يقينا؛ لما صح عن البراء أنه قال: (هكذا رأيته صلى الله عليه وسلم يفعله)، فلو ارتفع أعاليه .. لم يصح جزماً، أو استويا فكذا على الأصح، فلو لم يتمكن من ارتفاع أع...

54. Memberi Izin Pekerja non Muslim untuk Melakukan Ibadah

Deskripsi Masalah : Ada orang muslim bekerja di perusahaan bonafit, kemudian orang tersebut di jadikan pimpinan dan ditugaskan di perusahaan yg sama tapi lain wilayah yg mayoritas karyawannya non muslim,  kemudian setelah dipindah dan mulai kerja, ada karyawan non muslim tadi minta ijin meninggalkan pekerjaan dengan alasan acara ritual agama non muslim dan harus di tanda tangani oleh pimpinan yg muslim tersebut. Pertanyaan: Bagaimana itu hukumnya menandatangi surat ijin tersebut tadz..? Sail : Ust. Anas Lumajang Jawaban : Setiap muslim memiliki kewajiban menjaga dan mempertahankan (hati) keimananya kapan dan di manapun, tidak mengenal ruang dan waktu. Hingga urusan pekerjaan, kebijakan pun tidak boleh memberikan sedikit pun ruang maupun sedetik pun waktu untuk  memberi dukungan materi maupun moral akan terealisasinya sebuah kegiatan disekutukannya Allah (kemusyrikan). Seperti halnya apabila ada seseorang Non muslim  akan menyatakan masuk islam kemudian d...

Penarikan Zakat Dari Luar Kabupaten

2021, 15 Mei Deskripsi Masalah Didaerah Klakah Kabupaten Lumajang Memiliki kebiasaan setiap tanggal 25 Ramadlan ada kyai dari Luar kabupaten yang keliling minta jatah zakat fitrah. *Pertanyaan* A. Apakah boleh zakat fitrah pada kyai tersebut? B. Apakah bisa dibenarkan tindakan kyai tsb ketika dia termasuk golongan mustahiquzzakat? Sa'il : Ahmad yusuf  *Jawaban :* A. Tidak Boleh dengan pertimbangan : 1. Apabila kyai tersebut mengambil zakat untuk dibagikan ke Mustahiq di daerahnya (Luar kabupaten),  Maka akan terjadi kasus Naqluzzakat (Memindah Zakat ke daerah lain)  2. Apabila dia mengambil zakat untuk dirinya sendiri, Juga tidak boleh sebab kyai bukan mustahiq zakat.  B.  Tidak dibenarkan,  meskipun seandainya Kyai tersebut dalam kondisi Miskin/Fakir,  Sebab Melakukan Perjalanan dengan tujuan meminta-minta jatah zakat tidak dibenarkan.  *Catatan :* 1. Perjalanan kyai tersebut dari luar Kabupaten menuju Klakah dengan Tujuan Meminta2 zakat, merupak...

Penarikan Zakat Dari Luar Kabupaten

2021, 15 Mei Deskripsi Masalah Di Daerah Klakah Kabupaten Lumajang Memiliki kebiasaan setiap tanggal 25 Ramadlan ada kyai dari Luar kabupaten yang keliling minta jatah zakat fitrah. *Pertanyaan* A. Apakah boleh zakat fitrah pada kyai tersebut? B. Apakah bisa dibenarkan tindakan kyai tsb ketika dia termasuk golongan mustahiquzzakat? Sa'il : Ahmad yusuf  *Jawaban :* A. Tidak Boleh dengan pertimbangan : 1. Apabila kyai tersebut mengambil zakat untuk dibagikan ke Mustahiq di daerahnya (Luar kabupaten),  Maka akan terjadi kasus Naqluzzakat (Memindah Zakat ke daerah lain)  2. Apabila dia mengambil zakat untuk dirinya sendiri, Juga tidak boleh sebab kyai bukan mustahiq zakat.  B.  Tidak dibenarkan,  meskipun seandainya Kyai tersebut dalam kondisi Miskin/Fakir,  Sebab Melakukan Perjalanan dengan tujuan meminta-minta jatah zakat tidak dibenarkan.  *Catatan :* 1. Perjalanan kyai tersebut dari luar Kabupaten menuju Klakah dengan Tujuan Meminta2 zakat, merupa...