Langsung ke konten utama

62. Berbakti Kepada Mertua

Pertanyaan :

1. apakah kita juga diperintahkan untuk berbakti kepada mertua sebagaimana kita diperintahkan untuk berbakti pada kedua orang tua ?

2. Apakah ancaman uququl walidain juga mengarah pada menantu yang durhaka pada mertuanya?

Jawaban :

1. Berbakti Kepada Keluarga Dan Sanak Saudara Merupakan Anjuran Dari agama, Namun dalam Urutan yang Perlu Didahulukan adalah Ibu Kandung, Ayah Kandung, anak, Kakek dan Nenek, saudara Kandung Dan Seluruh Mahram Kemudian Mertua. Jadi kita Juga dianjurkan Untuk berbakti Kepda Mertua Namun Tidak Setara Dengan Anjuran kita Berbakti Kepada Orang Tua.

2. Karena Berbakti Kepada Mertua adalah Sebagaimana Bermuasyarah Dengan Mahram yang lain, maka Durhaka Kepdanya Tidak sama Dengan durhaka Kepda Orang Tua.

Ibarat :

كتاب بر الوالدين وصلة الأرحام : ٣٧.

قال الإمام النووي رحمه الله: يستحب أن تقدم الأم في البر ثم الأب ثم الأولاد ثم الأجداد والجدات ثم الأخوة والأخوات ثم سائر المحارم من ذوي الأرحام كالأعمام والعمات والأخوال والخالات ويقدم الأقرب فالأقرب ويقدم من أدلى بأبوين على من أدلى بأحدهما ثم بذي بذي الرحم غير المحرم كابن العم وبنته وأولاد الأخوال والخالات وغيرهم ثم بالمصاهرة ثم الجار ويقدم القريب البعيد الدار على الجار غير القريب. اهـ.

اداب الإسلام في نظام الأسرة

ﻗﺎﻝ اﺑﻦ ﻋﻤﺮ: «ﻛﺎﻧﺖ ﺗﺤﺘﻲ اﻣﺮﺃﺓ ﺃﺣﺒﻬﺎ، ﻭﻛﺎﻥ ﺃﺑﻲ ﻳﻜﺮﻫﻬﺎ، ﻓﺄﻣﺮﻧﻲ ﺃﻥ ﺃﻃﻠقها ﻓﺄﺑﻴﺖ، ﻓﺬُﻛﺮ ﺫﻟﻚ ﻟﻠﻨﺒﻲ ﺻﻠّﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻓﻘﺎﻝ: ﻳﺎ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮ: ﻃﻠﻖ اﻣﺮﺃﺗﻚ»

اتحاف السادة المتقين ١/٣٣٥-٣٣٦

الوظيفة الأولى الشفقة على المتعلمين وان يجريهم مجرى بنيه. قال صلى الله عليه وسلم إنما انا لكم مثل الوالد لولده بأن يقصد انقاذهم من نار الأخرة وهو أهم من انقاذ الوالدين ولدهما من نار الدنيا ولذلك صار حق المعلم اعظم من حق الوالدين – الى ان قال – واذا تأملت الأمر فى الشاهد وجدت نفع المصطفى صلى الله عليه وسلم أعظم من نفع الأباء والأمهات وجميع الخلق فانه انقذك وانقذ ابائك من النار وغاية أمر ابويك انهما اوجداك فى الحس فكانا سببا لإخراجك الى دار التكليف والبلاء والمحن ويلحق به صلى الله عليه وسلم كل معلم لطريقته على وجه الإرشاد والإصلاح والهداية

فتاوي يسالونك ٤/٩٥

لا صحة لقول من يقول ان طاعة الانسان لأستاذه أهم من طاعة الانسان لأمه وابيه خصوصا اذا تساوى الوالدان مع الأستاذ فى معرفة الحق والتوجيه الى الخير والأمر بالطاعة والعمل الصالح وذلك لأن طاعة الأنسان لوالديه فيما أوجب الله او شرع واباح فرض واجب على الأنسان. ولا ينبغى للأنسان ان تكتفى فى هذا الجمال بمجرد الطاعة للوالدين بل يجب عليه الإحسان اليهما فى المعاملة لأن القرأن الكريمة جعل منزلة الوالدين بعد منزلة العبادة لله.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

66. Sholat Taraweh Di sela2i Ngopi

  Deskripsi Masalah : Di suatu daerah mengadakan sholat traweh dengan cara mengakomodir yang 8 dan 20 rokaat, Dengan cara : setelah mendapat 8 rokaat  langsung witir. Dan Yang Ingin Melanjutkan 20 Rakaat pada waktu pelaksanaan ini Mereka Ada yang diam, duduk/ ngopi dan Lain- lain dan ada juga yang ikut witir kemudian melanjutkan tarowehnya. Pertanyaan: Bagaimana hukum taraweh yang disela-selai istirahat ngopi atau sholat witir ? Jawaban : Taroweh Yang diputus dengan sholat sunnah lain ataupun Pekerjaan Lain, dan Kemudian Dilanjutkan Lagi, Maka Hal Ini diperbolehkan Dalam artian Tetap Bisa Dilanjutkan Untuk Menyempurnakan Bilangan Taroweh Hingga 20 Rakaat. Namun Hal Ini menyalahi Yang Lebih Utama (Khilaful Afdlol). Catatan : 1. Ulama sepakat bahwa Masyru' (disyariatkan) sholat tarawih adalah 20 rokaat, sebagaimana ijma' dari shahabat dan Khulafaur Rasyidin. 2. Yang tidak meyakini atas bilangan tersebut termasuk mukholif (bertentangan) dengan ijma para shahabat. ...

63. Menjadi wali nikah saudari hasil Zina.

  Deskripsi Maslah : Sebut saja Marni Seorang perempuan, dan dia hamil, kemudian dinikahi oleh Pardi, Lalu lahirlah anak perempuan Diberi nama Marna, Jarak sekian tahun lahir anak kedua laki-laki Diberi Nama Parno, Kemudian jarak sekian tahun sang ayah Meninggal Dunia. Pertanyaan: Bolehkah si adik lelaki tersebut menjadi wali nikah bagi kakak perempuannya ? Jawaban : Urutan Wali Dalam Pernikahan Adalah Sebagai Berikut : Ayah, kakek (dari sisi ayah), saudara laki-laki sekandung, saudara laki-laki seayah, anak laki-laki dari saudara laki-laki sekandung, anak laki-laki dari saudara laki-laki seayah, paman (saudara ayah sekandung), paman (saudara ayah seayah), anak laki-laki paman sekandung lalu anak laki-laki paman seayah dan seterusnya. Marna Dalam kasus Diatas Apabila Lahir Setelah  minimal 6 Bulan Dari Waktu Pernikahan dan Dimungkinkan Terjadi Hubungan Suami Istri antara Marni dan Pardi, Maka marna Bisa Bernasab Kepada Pardi. Sehingga Status Daripada Parno adalah...